Ikutlah Imam (1)

Dari Anas bin Malik, dia berkata (yg artinya):
Pada suatu ketika Rasulullah shallallaahu ‘alayhi wa sallam jatuh dari kuda, menyebabkan rusuk kanan beliau luka. Karena itu masuklah kami menjenguk beliau. Tatkala waktu shalat tiba, beliau shalat bersama kami dengan duduk, maka kami shalat di belakang beliau dengan duduk (pula). Maka setelah selesai shalat, beliau bersabda (yg diusahakan transliterasinya sbg brkt):
“Innamaa ju’ila (a)l-imaamu liyu`tamma bihi. Fa idzaa kabbara fakabbiruu, wa idzaa sajada fa (i)sjuduu, wa idzaa rafa’a fa (i)rfa’uu, wa idzaa qaala ‘Sami’allaahu liman ĥamidahu.’ faquuluu ‘Rabbanaa wa laka (a)l-ĥamdu.’, wa idzaa shalla qaa’ida(a)n fashalluu qu’uuda(a)n ajma’uun(a).”

(yg artinya):

“Sesungguhnya imam dijadikan untuk diikut. Maka apabila dia bertakbir, maka bertakbirlah kalian. Dan apabila dia bersujud, maka sujud (pula)-lah kalian. Dan apabila dia bangkit, maka bangkit (pula)-lah kalian. Dan apabila dia berkata, ‘Sami’allaahu liman ĥamidahu.’, maka ucapkanlah ‘Rabbanaa wa laka (a)l-ĥamdu.’ Dan apabila dia shalat dengan duduk, maka shalatlah (pula) kamu sekalian sambil duduk.”

[Shaĥiĥ Muslim | Terjemah Hadis Shahih Muslim Jilid I hal. 208—No. Hadits 364.]

Diterbitkan di:  on September 23, 2009 at 9:13 PM Tinggalkan sebuah Komentar

Sebaik-baik Umat Muhammad Rasulullah

Dari ‘Imran bin Hushain radhiyallaahu ‘anhumaa, bahwa dia mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
Khaira ummatiy qarniy, tsummalladziina yaluunahum, tsummalladziina yaluunahum.
(yg diterjemahkan sebagai berikut):
“Sebaik-baik umatku adalah pada masaku. Kemudian orang-orang yang setelah mereka (generasi berikutnya), lalu orang-orang yang setelah mereka.”

[Shahih Al-Bukhari, no. 3650 | dikutip dari Majalah Asy Syariah Vol. IV/No. 45/1429 H/2008 hal. 5]

Diterbitkan di:  on Juli 20, 2009 at 9:12 AM Tinggalkan sebuah Komentar
Tags: , , , , ,

Keutamaan Shalat Jenazah dan Mengiringinya (2)

Hadis riwayat Tsauban ra. maula Rasulullah saw.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda (yg artinya):
“Barang siapa menyalati jenazah, maka ia mendapatkan satu qirath. Jika ia menghadiri penguburannya, maka ia mendapatkan dua qirath. Satu qirath sama dengan gunung Uhud.”

[Shaĥiĥ Muslim | Kumpulan Hadits dari Shahih Muslim - Kitab Jenazah—No. Hadits 1575.]

Diterbitkan di:  on Juni 14, 2009 at 4:21 PM Komentar (1)
Tags: , ,

Keutamaan Shalat Jenazah dan Mengiringinya (1)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda (yg artinya):
“Barang siapa menghadiri jenazah sampai jenazah itu disalati, maka ia mendapatkan satu qirath. Dan barang siapa menghadirinya sampai jenazah itu dikuburkan, maka ia mendapatkan dua qirath.”
Ada yang bertanya: “Apakah dua qirath itu?”
Rasulullah saw. bersabda (yg artinya): “Sama dengan dua gunung yang besar.”

[Shaĥiĥ Muslim | Kumpulan Hadits dari Shahih Muslim - Kitab Jenazah—No. Hadits 1570.]

Diterbitkan di:  on at 4:08 PM Komentar (1)
Tags: , , ,

Memelihara Anjing (2)

Dari Abil-ĥakam, katanya:
aku mendengar Ibnu ‘Umar menyampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yg ditransliterasikan sbg brkt):
Mani (i)ttakhadza kalban illaa kalba zar’in aw ghanamin aw shaydin yanqushu min ajrihi kulla yaumin qiiraathun.

(yg artinya): “Siapa mengambil (melihara) anjing kecuali anjing penjaga tanaman (kebun, atau sawah ladang), penjaga ternak, atau anjing pemburu, berkurang dari balasan-(pahala amal)-nya setiap hari (sebesar) satu qirath.”

[Shaĥiĥ Muslim | Terjemah Hadis Shahih Muslim Jilid III hal. 171—No. Hadits 1543.]

Diterbitkan di:  on Mei 17, 2009 at 11:53 AM Tinggalkan sebuah Komentar
Tags: , , , , , ,

Memelihara Anjing (1)

Dari Ibnu ‘Umar, katanya:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yg ditransliterasikan sbg brkt):
Mani (i)qtana kalban illaa kalba maasyiyatin aw dhaarin naqasha min ‘amalihi kulla yaumin qiiraathaani.

(yg artinya): “Siapa memelihara anjing kecuali anjing penjaga ternak atau anjing pemburu, berkurang (pahala) dari amalnya setiap hari (sebesar) dua qirath.”

[Shaĥiĥ Muslim | Terjemah Hadis Shahih Muslim Jilid III hal. 171—No. Hadits 1542.]

Diterbitkan di:  on Mei 16, 2009 at 8:23 PM Tinggalkan sebuah Komentar
Tags: , , , , , ,

Doa Berlindung dari Kesyirikan

Allaahumma innii a’uudzubika an usyrika bika wa ana a’lamu
wa astaghfiruka limaa laa a’lamu.

(yg artinya:)
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu sedangkan aku tahu,
dan aku meminta ampunan-Mu pada apa yang aku tidak tahu.”

[HR. Aĥmad 4/403, lihat Shaĥiĥ Al-Jami', 3/233 dan Shaĥiĥ At-Targhib wat Tarhib, Asy-Syaikh Al-Albani raĥimahullaah, 1/19 -- diusahakan transliterasinya dari Majalah Asy Syari'ah Bundel Edisi 1-4 hal. 204]

Diterbitkan di:  on at 4:21 PM Tinggalkan sebuah Komentar
Tags: , ,

Nasihat Salaf [1]

‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu berkata:
“Janganlah kalian taklid kepada siapa pun dalam perkara agama sehingga bila ia beriman (kamu) ikut beriman dan bila ia kafir (kamu) ikut pula kafir.
Jika kamu ingin berteladan, ambillah contoh orang-orang yang telah mati, sebab yang masih hidup tidak aman dari fitnah.”

[referensi: Majalah Asy Syariah Bundel Ed. 1-4 hal. 3. Dzulqa'dah 1429H. rubrik Permata Salaf. tulisan Al-Ustadz Ahmad Hamdani.]

Diterbitkan di:  on Maret 2, 2009 at 3:17 PM Tinggalkan sebuah Komentar
Tags: , , , ,

Bila Khatib sedang Ber-khuthbah Jum’at

Dari Abu Hurairah, dia mengabarkan bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yg ditransliterasikan sbg berikut):
“Idzaa qulta li-shaaĥibika anshit yaumal-Jumu’ati wal-imaamu yakhthubu faqad laghauta.”

(yg artinya): “Apabila engkau berkata kepada sahabatmu, ‘Diam!’, pada hari Jum’at sedangkan imam sedang ber-khuthbah, maka sungguh percuma sajalah (Jum’at)-mu.”

[Shaĥiĥ Muslim | Terjemah Hadis Shahih Muslim Jilid II hal. 96-97—No. Hadits 803]

Diterbitkan di:  on Januari 27, 2009 at 4:50 AM Komentar (1)
Tags: , , , , , , ,

Menengoklah ke Bawah!

‘An Abuu Hurairata qaala:
Qaala Rasuulullaahi Shallallaahu ‘alaihi wa sallama:
(U)nzhuruu ilaa man asfala minkum wa laa tanzhuruu ilaa man huwa fauqakum fa huwa ajdaru allaa tazdaruu ni’matallaah(i).
Qaala Abuu Mu’aawiyata: ‘Alaikum.

[diusahakan transliterasinya dari kitab Shaĥiĥ Muslim | Terjemah Hadis Shahih Muslim hal. 389 Jilid IV no. Hadits 2494; dan diusahakan terjemahannya sebagai berikut:]

Dari Abu Hurairah katanya:
Berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Lihatlah oleh kalian kepada siapa-siapa yang lebih rendah daripada kalian, dan jangan kalian melihat kepada siapa-siapa yang dia itu lebih tinggi di atas kalian. Maka itulah tembok yang kokoh supaya kalian tidak menghina ni’mat Allah.”
Kata Abuu Mu’aawiyah: “Camkanlah!.”

Diterbitkan di:  on Desember 24, 2008 at 1:36 PM Tinggalkan sebuah Komentar
Tags: , , ,